[Review] SteelSeries Rival 100

Belum lama ini SteelSeries telah meluncurkan gaming mouse terbaru yang diberi nama Rival 100, dan berikut ini ulasanya :


Design
Nyaman digenggam, itulah yang pertama kali GameQQ rasakan saat mencicipi SteelSeries Rival 100 Gaming Mouse ini. Selain itu bentuk atau design mouse ini juga tidak berbeda jauh dengan mouse standar yang biasa GameQQ gunakan, hal ini yang membuat setiap gamers menjadi lebih terbiasa jika ia baru beralih menggunakan gaming mouse. Beban mouse yang lebih ringan dari gaming mouse lain juga menambah akselerasi dalam bermain game. SteelSeries juga menambahkan grip pada posisi kiri dan kanan mouse agar tidak licin saat digunakan oleh tangan yang berkeringat.


Performance
Performa SteelSeries tidak diragukan lagi, hal ini telah dibuktikan dengan mencoba bermain GTA V Online dan GameQQ mendapatkan akurasi yang tepat dalam membidik musuh saat menjalani misi dengan kru lain, hal ini dikarenakan SteelSeries Rival 100 Gaming Mouse telah dioptimasi sedemikian rupa hingga memperkecil jarak angkat pada mouse ini, namun tanpa mengurangi performa akselerasi mouse tersebut. Selain itu dengan SteelSeries Rival 100 Gaming Mouse ini mengendarai Helicopter atau Pesawat di GTA V Online akan jauh lebih mudah daripada menggunakan mouse lain.


Customization
Seperti pada gear SteelSeries lainnya, lampu latar pada punggung mouse ini juga bisa diatur warnanya sampai dengan 16 juta warna sesuai dengan keinginan kita. Selain itu kita juga bisa mengkonfigurasi sendiri sensor optik CPI melalui SteelSeries Engine software suite. Semua tombol yang ada di mouse ini pun juga bisa kita atur penggunaannya melalui software tersebut.



Conlusion
Bagi kalian yang belum pernah menggunakan gaming mouse, SteelSeries Rival 100 adalah pilihan yang tepat untuk mulai beradaptasi dengan gaming mouse. Selain harganya yang tidak terlalu mahal, SteelSeries Rival 100 ini juga memiliki performa dan kualitas yang tidak kalah dengan gaming mouse lain sekelasnya, ditambah lagi dengan dukungan RGB Ilumination membuat kamu menjadi lebih gaya karena warna bisa dikostumisasi sesuai dengan baju yang kamu kenakan.


credits to : gameqq

[Review] Steelseries Rival - High Performace Gaming Mouse

Nama besar SteelSeries memang sudah cukup dikenal di seluruh penjuru dunia. Produsen yang bergerak pada industri peripheral gaming ini memang selalu memberikan produk-produk hebat untuk memenuhi kebutuhan gamer, untuk memenuhi itu SteelSeries punya rahasianya, yaitu mengembangkan sebuah produk dengan melibatkan gamer-gamer profesional dunia, oleh karena itu produk keluaran SteelSeries selalu bisa diterima baik oleh gamer lokal maupun manca negara.

Masih mengusung bentuk khas ala SteelSeries, sebuah produk kembali diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan gamer, kali ini gamer dengan pengguna tangan kanan yang mendapat kesempatan untuk merasakan salah satu produk berkualitas terbaru milik SteelSeries. Hadir dengan nama Rival, mouse gaming ini dirancang untuk memanjakan gamer dengan tangan kanan yang aktif, desain ergonomis yang sangat baik memberikan kenyamanan untuk bermain dalam rentang waktu yang cukup lama.

Menjanjikan tingkat akurasi yang mematikan, mouse ini hadir dengan tingkat CPI yang menyentuh angka 6500, kamu dapat merubah gaya permainan mu hanya dengan satu sentuhan jari. Sudah cukup bertele-telenya, mari kita lanjutkan membahas mouse ini lebih dalam.


Spesifikasi

Optical Sensor :
  • 50 to 6500 Adjustable CPI
  • 1ms Response Rate / 1000Hz Polling Rate
  • 200 Inches Per Second (IPS)
  • 50Gs of Acceleration

Properties :
  • 6 Programmable Buttons
  • 16.8M Color Illumination w. 2 Zones
  • Soft-touch coating
  • Injected rubber side grips
  • Cable Texture: Soft Rubber Cable

SteelSeries Switches :
  • 30 Million Click Durability


Size & Weight :
  • Weight: 128 grams (0.28 lbs)
  • Height: 40 mm (1.57 in)
  • Width: 70 mm (2.76 in)
  • Length: 133 mm (5.23 in)
  • Cable Length: 2m (6.5 ft.)

Kemasan dan Kelengkapan

SteelSeries Rival memiliki kotak kemasan yang cukup ringkas, hadir dengan kemasan yang memiliki cover yang dapat dibuka. Pada cover depan, tipe mouse terlihat cukup mencolok di pojok kiri atas kemasan yang hadir dengan warna putih dan oranye ala SteelSeries. Kamu dapat melihat penampakan mouse Rival yang cukup besar dan hadir dengan dominasi warna hitam serta dibekali LED pada logo SteelSeries dan tombol scroll. Mendukung dua sistem operasi yang sangat populer, yaitu Windows dan MAC, mouse terbaru besutan SteelSeries ini sepertinya dirancang untuk memberikan tingkat akurasi yang sangat tinggi.


Jika cover depan dibuka, maka kamu dapat melihat langsung mouse ini terlindungi dengan sangat baik dibalik plastik transparan, dan memang mouse ini memiliki ukuran yang agak besar. Dibalik cover muka, terdapat ilustrasi bentuk mouse disertai dengan penjelasan dari fitur-fitur yang dimilikinya, sepertinya ada hal baru pada mouse ini yang tidak dimiliki oleh seri SteelSeries terdahulu, penasaran? Akan dibahas pada Detail Produk di bawah ini.


Sisi kiri kemasan menampilkan ikon-ikon kecil dari jajaran fitur yang dibawa oleh mouse ini, mulai dari mouse ini menggunakan sensor optik, mendukung hingga 6500 CPI, dapat digunakan hingga 30 juta klik, respon 1 ms, 200 IPS dan 50g untuk kecepatan aselerasinya.


Sisi belakang kotak kemasan menjelaskan kembali mengenai detil dari fitur unggulan mouse gaming Rival yang tersedia dalam 3 bahasa, dilengkapi LED yang mendukung hingga 16.8 juta warna, mouse ini siap mewakili perasaan hati gamer atau menampilkan warna favorit gamer.


Sama seperti kotak kemasan produk milik SteelSeries yang selalu menampilkan beberapa nama tim gamer profesional dunia yang ikut menggunakan produk milik SteelSeries yang diletakan pada atas kemasan dengan latar belakang oranye, tim gamer profesional tersebut meliputi NATUS VINCERE, NINJAS IN PYJAMAS, INVICTUS GAMING dan FNATIC.


Kelengkapan yang kamu dapatkan dalam paket penjualan hanya sebuah Quick Start Guide dan sebuah emblem SteelSeries berbahan karet sebagai aksesoris cadangan yang dapat kamu ganti-ganti pada slot di bagian belakang mouse.


Detail Produk

SteelSeries Rival, memiliki bentuk dan dimensi yang cukup besar untuk tangan, dengan panjang 133mm dan lebar 70mm serta tinggi 40mm, mouse Rival bisa dikatakan cukup besar untuk tangan orang Asia. Dirancang khusus untuk memanjakan gamer dengan pengguna tangan kanan, mouse ini memiliki desain ergonomis yang sangat mendukung gamer yang memiliki gaya genggam Palm-rest. SteelSeries Rival dilapisi oleh lapisan karet halus pada hampir seluruh permukaan atasnya, yang kabarnya tidak mudah meninggalkan bercak yang disebabkan oleh keringat. Memiliki 4 tombol utama yang terdiri dari klik-kiri, scroll, klik-kanan dan pengaturan tingkat CPI. Tampilan warna hitam pada seluruh permukaan mouse akan sangat-sangat membosankan, tetapi SteelSeries memberikan sentuhan magis pada tombol scroll dan logo SteelSeries, yaitu LED yang mendukung hingga 16.8 juta warna.


Mungkin sisi kiri merupakan hal baru untuk penggemar SteelSeries, dilengkapi dengan lapisan karet dengan tekstur bintilan yang cukup empuk dan dua buah tombol tambahan, lapisan karet ini memberikan sensasi grip yang berbeda, terasa nyaman dan tak khawatir akan kehilangan grip kamu. Tombol tambahan pada sisi ini memiliki ukuran yang cukup besar, jadi kamu tidak akan kesusahan untuk menjangkaunya.



Sisi kanan dengan bentuk yang agak melebar keluar tidak memiliki tombol tambahan, namun lapisan karet seperti yang terdapat pada sisi kiri mouse kembali anda temukan disini, bedanya cakupan areanya lebih luas.


Sebuah emblem yang terbuat dari material karet yang terletak tepat di bawah logo SteelSeries ternyata dapat dilepas dan diganti dengan cadangan yang disertakan dalam paket kemasan, ada dua jenis tulisan yang bisa kamu gunakan, Rival atau SteelSeries.


Mouse ini dibekali lapisan teflon pada 4 titik, dimana lapisan yang disebar pada ujung sisi mouse mampu memberikan pergerakan mouse yang maksimal pada medan yang kami gunakan. Mouse Rival menggunakan sensor Optik dengan tingkat CPI hingga 6500 yang ditransmisikan melalui kabel berkonektor USB.



Software

SteelSeries Rival sudah didukung oleh SteelSeries Engine seri 3.0, dimana terdapat perbedaan pada tampilan software. Tampilan software sekarang menjadi satu saja, tidak memiliki menu tab seperti varian lainnya, disini kamu dapat mengatur semua fitur yang tersedia. Untuk memprogram keenam tombol pada mouse Rival, kamu memiliki pilihan yang terdiri dari :

  • Macros
  • Mouse Buttons
  • Keyboard Buttons – Alphanumeric, Numpad, Function, Modifiers, Symbols, Navigation, Arrows, Editing, Typing Mode, Commands
  • Media Buttons – Mute, Next, Play/Pause, Previous, Volume Up, Volume Down
  • Deactivate




Pengaturan CPI dapat kamu konfigurasi pada tampilan seperti speedometer di sisi kanan software, terdapat dua buah speedometer atas dan bawah, dimana kedua setingan ini dapat kamu akses melalui tombol CPI yang terdapat di belakang scroll.


Untuk menggantikan menu tab pada versi sebelumnya, software Engine v3.0 menampilkan semua dalam satu tampilan yang dapat di-scroll, scroll ke bawah untuk mengoptimalkan pengaturan Polling Rate, Acceleration dan Angle Snapping.


Jika kamu ingin menyimpan pengaturan untuk game tertentu, kamu hanya perlu mengklik tombol Configs, disini kamu dapat membuat dan mengatur setingan kemudian menyimpannya, hal ini memudahkan kamu ketika berganti judul game favorit kamu tanpa harus mengatur segalanya dari awal.


Mouse Rival menawarkan konfigurasi lampu LED yang mendukung hingga 16.8 juta beserta tampilan efek yang berbeda.


Pengujian dan Kesimpulan

Pengujian :

Mouse gaming Rival memiliki desain yang sangat baik dan dirancang khusus bagi pengguna tangan kanan, dan sepertinya mouse ini disiapkan untuk merangkul gamer di seluruh belahan dunia dikarenakan desainnya yang cukup besar. Berkat desain ergonomisnya yang sangat baik, mouse gaming Rival juga sangat cocok digunakan dalam aktivitas harian kamu, terutama jika kamu pengguna tipe Palm-rest.

Saat menggunakan mouse gaming Rival untuk memainkan game bergenre FPS, mouse ini mampu memberikan tingkat akurasi yang sangat baik, mungkin karena mouse ini didesain untuk memberikan tingkat akurasi yang sangat baik dan semua itu tidak hanya didukung oleh desain saja namun juga sensor optik berkualitas.

Akses cepat pengaturan CPI serta dua tombol tambahan juga berada di tempat yang tepat, tidak membutuhkan penyesuaian lebih lama untuk segera terbiasa dengan mouse gaming ini, hal ini mungkin didukung dengan ukuran tombol yang cukup besar dan empuk, sehingga mudah digapai dan sangat responsif. Dukungan makro pada mouse gaming Rival juga menawarkan genre gaming yang luas, tidak hanya seputar game bergenre FPS, namun juga genre yang lain seperti RTS bahkan MMORPG.

Kesimpulan :

SteelSeries kembali menghadirkan sebuah produk hebat yang kali ini khusus memanjakan bagi gamer pengguna tangan kanan, Rival. Dirancang untuk memberikan tingkat akurasi yang mematikan, mouse ini memiliki desain yang sangat baik, serta penggunaan material karet yang melapisi hampir seluruh permukaan mouse diyakini akan memberikan grip yang optimal untuk jari-jari kamu, terlebih lagi lapisan karet bertekstur yang terdapat di kanan kiri mouse, mouse ini hampir tidak bisa terlepas dan kabur dari genggaman.

Didukung oleh software Engine SteelSeries v3.0, mouse ini siap untuk kamu konfigurasi untuk menjadi partner kamu dalam bermain game, atur tingkat CPI menurut gaya permainan kamu, dan kamu pun siap untuk beraksi. Meskipun belum mendapatkan informasi resmi mengenai harga dari mouse ini, namun jika kamu salah satu dari penggemar produk milik SteelSeries, kenapa tidak berpikiran untuk mencobanya.

Kelebihan :
  • Built quality yang baik
  • Desain ergonomis yang sangat baik
  • Tombol berukuran besar dan empuk
  • Lapisan karet pada permukaan bodi memberikan grip yang sangat baik
  • Mendukung hingga 6500 CPI
  • LED mendukung hingga 16.8 juta warna
  • Software mudah digunakan

Kekurangan :
  • Tidak diberikan CD Driver
  • Harga sedikit tinggi

credits to : indo-review

[REVIEW] Razer Deathadder Chroma

DeathAdder cukup dikenal sebagai salah satu Ular berbahaya karena memiliki bisa yang bisa menyebabkan hal-hal yang tidak kita inginkan, bahkan kematian. Seperti itulah gambaran dari salah satu mouse gaming milik Razer yang sudah cukup lama kita kenal semenjak kemunculannya pertama kali. DeathAdder memulai debutnya berkisar pada tahun 2006, dimulai dari sebuah mouse bersensor infrared dengan tingkat akurasi hanya 1800dpi. Di jamannya mouse gaming DeathAdder cukup populer dan memang menjadi racun bagi para gamer saat itu, namun seiring berjalannya waktu semakin banyak produk pesaing yang memudarkan keganasan racun dari DeathAdder.

Menjawab itu DeathAdder terus berevolusi dengan mengikuti kebutuhan dari game yang berkembang saat itu, peningkatan spesifikasi dan perubahan hardware pun sudah menjadi hal yang lumrah bagi perusahaan produsen peripheral gaming yang tetap menjaga keekslusifan desain dari produk-produknya. Hingga hari ini DeathAdder masih menjadi salah satu produk yang cukup populer bagi para pengguna setianya.

Belum lama ini kami mendengar kelahiran dari varian DeathAdder terbaru yang kabarnya masuk ke dalam jajaran lini Chroma dari Razer, dimana DeathAdder kali ini sedikit lebih berwarna jika dibandingkan dengan varian sebelumnya, namun apakah masih tetap mematikan? Simak review kami di bawah ini.

Kemasan dan Kelengkapan

Razer DeathAdder Chroma hadir dengan kotak kemasan yang cukup ringkas berwarna gelap dengan kombinasi fitur dan logo berwarna hijau khas Razer. Di bagian muka kamu bisa melihat langsung wujud dari mouse ini berdampingan dengan ikon Full Spectrum Gaming, yang berarti mouse ini memiliki dukungan warna yang beragam.


Sisi kanan kemasan berisi informasi dari fitur yang dimiliki Razer DeathAdder seperti desain ergonomis, sensor optik yang akurat serta pencahayaan yang bisa dikostumisasi, sedangkan pada sisi kiri kemasan berisi sedikit testimonial dari gamer profesional yang menggunakan Razer DeathAdder.



Penjelasan cukup detil berupa gambar dan bagian-bagian mouse dapat kamu lihat pada sisi belakang kemasan, di bawahnya terdapat spesifikasi dalam 5 pilihan bahasa. Dalam paket penjualan kamu akan mendapatkan sebuah Information Guide.



Detail Produk

DeathAdder Chroma sepertinya tidak mengalami banyak perubahan dari varian DeathAdder sebelumnya, bedanya hanya pada dukungan LED yang mendukung hinga 16.8 juta warna dengan efek pendar Spectrum dan sensor optiknya. Ukurannya masuk kedalam ukuran medium tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar dengan desain khusus hanya pengguna tangan kanan, karena sisi bagian kanan mouse didesain sedikit lebih keluar untuk memberikan grip yang baik dan tetap nyaman digenggam. Mouse ini memiliki 3 tombol utama dimana ukuran tombol klik kiri, scroll dan klik kanan cukup luas dan empuk. Logo Razer ditempatkan di punggung mouse yang dilengkapi dengan LED.



Lekukan yang berbeda terlihat pada sisi kiri dan kanan mouse, pada sisi kiri terlihat lebih menjorok ke dalam dan dilengkapi lapisan karet yang diletakan agak ke bawah, ada 2 tombol tambahan di sisi kiri yang bisa diprogram melalui software Razer Synapse dengan ukuran yang cukup besar sehingga mudah diakses oleh jari kamu. Sisi kanan mouse didesain sedikit menjorok keluar, juga dilengkapi dengan lapisan karet bertekstur untuk memaksimalkan grip pada mouse.



Mouse ini dibekali lapisan teflon pada 3 titik, dimana lapisan yang disebar pada ujung sisi mouse mampu memberikan pergerakan mouse yang maksimal pada medan yang kami gunakan. DeathAdder Chroma sudah menggunakan 4G Optical Mouse dengan tingkat akurasi hingga 10.000dpi yang menjamin permainan yang akurat. Kabel braided berwarna hitam dengan ujung konektor USB menjadi pilihan dari DeathAdder keluaran terbaru ini.



Software

Tampilan software Razer Synapse 2.0 cukup simpel dengan warna gelap, pada tampilan utama terdapat 3 buah menu utama yang terdiri dari Mouse, Macros dan Stats dimana pada menu Mouse terdapat sub-menu yang terdiri dari Customize, Performance, Lighting dan Calibration. Pada menu Customize kamu bisa menerapkan beberapa macam command ke dalam tombol-tombol pilihan kamu, daftar command yang bisa kamu masukan terdiri dari :

  • Default
  • Keyboard Function
  • Mouse Function
  • Sensitivity
  • Macro
  • Launch Program
  • Multimedia
  • Windows 8 charms
  • Windows Shortcuts
  • Disable




Pada menu Lighting kamu bisa mengkonfigurasi warna LED pada mouse kamu, ada beberapa pilihan keren yang bisa kamu pamerkan ke teman-teman kamu.


Untuk memasukan Macro, Razer Synapse sudah menyiapkan cara termudah untuk kamu, buka menu Macros dan buat macro baru sesuai keinginan kamu.


Pengujian

Mouse gaming DeathAdder Chroma memiliki desain ergonomis yang baik tentunya bagi pengguna mouse dengan tipe genggam palm-rest, tapi juga nyaman digunakan oleh orang yang suka menggunakan gaya claw. Dengan ukuran tergolong medium, mouse ini masih cukup populer digunakan oleh gamer di kawasan Asia tenggara, tidak terkecuali Indonesia yang memang lebih menyukai gaya palm-rest ketika menggunakan mouse-nya.

Untuk kegunaan sehari-hari DeathAdder Chroma nyaman digunakan, meskipun kami menggunakan gaya claw selama menggunakan mouse ini ternyata tidak menghambat aktifitas kami sama sekali, lapisan grip karet bertekstur ditempatkan pada posisi yang tepat, tidak perlu besar namun berada di posisi yang tepat sudah sangat mendukung berbagai gaya genggam mouse.

Dengan dibekali sensor baru yang lebih hebat, DeathAdder Chroma bisa menjadi salah satu teman ideal kamu untuk memainkan beberapa genre game, seperti FPS yang membutuhkan beberapa tingkat akurasi dari pergerakan mouse yang tentunya bisa diatasi dengan baik oleh mouse yang memiliki tingkat akurasi hingga 10.000dpi ini, untuk bermain game yang membutuhkan waktu sedikit lama per-round-nya seperti Dota atau Lol bahkan WoW, tidak usah khawatir akan kelelahan karena desain ergonomis yang baik mendukung penggunaan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Penggunaan software-nya pun cukup mudah dan cukup lengkap, kamu bisa mendapatkan beberapa perintah yang dirasa akan cukup berguna dalam sesi permainan kamu, seperti yang sudah wajib harus ada, yaitu macro.

Kesimpulan

Varian Chroma di beberapa produk Razer yang baru saja diluncurkan akhir-akhir ini memang tidak membawa desain baru yang segar, hanya penambahan nama dan efek LED pada produk tersebut, jika kamu tidak mempelajarinya lebih jauh. Buktinya memang Razer tidak mengeluarkan desain baru untuk varian Chroma-nya alih-alih hanya menggunakan model yang sudah ada dan melakukan sedikit sentuhan di sana sini, tapi bukan menjadi masalah besar bagi para pengguna setia Razer.

Memilih DeathAdder sebagai salah satu varian mouse gaming yang mendapatkan embel-embel Chroma tidak bisa dibilang cukup tepat tapi tidak bisa dibilang tidak tepat juga, bagi para gamer mouse tangan kanan dan DeathAdder sebelumnya hal ini bisa menjadi hadiah menjelang perayaan akhir tahun, tapi bagaimana bagi para gamer mouse yang aktif menggunakan tangan kirinya? mungkin saja ada varian Chroma lainnya bermunculan dalam waktu dekat? Mungkin saja.

Membawa model yang cukup populer di kalangan penggemarnya memang menjadi langkah yang terbilang cukup cerdas dan berhati-hati, kami rasa Razer cukup yakin untuk kembali meluncurkan salah satu racun terbaiknya dengan dosis racun yag ditingkatkan. Berniat untuk menebusnya? Pastikan kamu bisa mengendalikan diri kamu lebih baik dari kami.

Kelebihan :

+ Built quality baik
+ Ergonomic shape
+ 10000dpi
+ Software yang user friendly
+ LED RGB
+ Kabel braided dengan konektor USB gold-plated

Kekurangan :

- Paket kelengkapan minim
- Tidak disertai CD Driver

credits to: indo-review

[INFO] Definisi DPI (Dots Per Inch) / CPI (Counts Per Inch)

Artikel kali ini akan membahas tentang DPI atau CPI pada mouse secara mendalam. Sebenernya apa sih yang dimaksud dengan DPI atau CPI ? Mungkin kamu sudah sering mendengar atau pernah membacanya di spesifikasi sebuah mouse.
DPI (Dots Per Inch) atau CPI (Counts Per Inch) adalah menunjukkan banyaknya jumlah pixel yang dicapai tiap mouse bergeser 1 inchi (2,54 cm). Agar lebih paham, coba kamu simak gambar berikut :


Sedikit deskripsi dari gambar di atas, DPI / CPI dapat juga diartikan sebagai pixel kuadrat, maksudnya adalah semisal 5 DPI maka setara dengan 5pixel x 5pixel. Pixel sendiri merupakan satuan resolusi pada layar komputer. Dengan demikian dapat disimpulkan semakin tinggi DPI / CPI, maka saat kita menggerakkan mouse semakin jauh pula pointer pada layar bergeser.

Lalu apakah DPI penting di dunia game?Jawabannya sudah pasti penting.
Menggunakan mouse dengan DPI yang tinggi berarti ketika menggerakkan mouse akan menghasilkan gerakan yang lebih drastis dalam game, maksudnya, menggerakkan mouse satu inchi dengan mouse 800 DPI akan beda halnya dengan mouse 2000 DPI sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Dengan kata lain, semakin tinggi DPI, semakin tinggi pula sensivitas.

Hal ini tenu akan mempengaruhi permainan mu dalam game. Ini juga tergantung pada jenis game yang kamu mainkan dan gaya bermainmu. Jika kamu memainkan game FPS yang sangat cepat dimana bidikan tidak begitu penting dibandingkan kecepatan reaksi, DPI yang tinggi akan sangat membantu sekali. Di lain pihak, jika kamu bermain game yang membutuhkan askurasi, DPI yang lebih rendah akan memudahkanmu mengendalikan bidikanmu. Namun disini juga DPI menjadi masalah pilihan pribadi. 
Jika kamu kurang nyaman dengan DPI yang kamu gunakan, sebagian besar mouse gaming saat ini sudah memiliki fitur setting DPI setting on-the-fly, dimana kamu tidak perlu keluar game hanya untuk mengganti setting DPI pada software mousenya, tapi hanya perlu menekan tombol DPI saja untuk menaikkan atau menurunkan DPI. Tombol DPI ini biasanya terletak di bawah scroll mouse.

Sekian dulu pembahasan DPI (Dots Per Inch) / CPI (Counts Per Inch) untuk artikel ini. Semoga kamu jadi lebih paham dan bisa mengetahui DPI / CPI berapa yang cocok untuk kamu.




[INFO] Perbedaan Mouse Optik & Laser

Selama ini kamu pasti tau kalau mouse terdapat 2 jenis berdasarkan sensor kerjanya, yakni optik dan laser. Tidak disangkal bahwa mouse dengan sensor laser memiliki teknologi yang lebih canggih, namun sensor laser tidak akan tercipta jika tidak ada sensor optik terlebih dahulu. Sehubungan dengan hal tersebut, apakah kamu sudah tau benar perbedaan keduanya?
Jika belum, simak artikel berikut yang membahas perbedaan secara lengkap antara sensor optik dan sensor laser.

1. Awal Mula Teknologi
Teknologi mouse optik diciptakan pada tahun 1980, tetapi butuh waktu hampir 2 dasawarsa untuk sampai ke masa sukses secara komersial. Laser mouse pertama kali terlihat pada Sun komputer server dan workstation. Diluncurkan untuk keperluan komputasi hari ke hari pada tahun 2004 oleh Logitech.

2. Sumber Cahaya
Mouse optik dapat menggunakan LED atau serangkaian fotodioda sebagai sumber cahayanya. Mouse laser menggunakan laser infra merah dimana tidak terlihat secara kasat mata. Namun, saat difotografi menggunakan sensor CCD, akan terlihat ungu pada gambar. Mouse laser dan optik akan nampak mirip pada penampilannya, yang satu dapat dikenali dengan menggerakkannya naik turun dan membandingkan sumber cahayannya. Mouse optik biasanya memiliki sumber cahaya yang keluar berwana merah, putih ataupun biru, sedangkan mouse laser memliki sebuah infra merah yg biasanya tidak kelihatan.

3. DPI dan Sensivitas Mouse
Dot per inch atau disingkat DPI, adalah ukuran dari sensivitas mouse, juga dapat didefinisikan sebagai banyaknya titik pada layar saat mouse bergeser 1 inci. Semakin tinggi DPI sebuah mouse, maka semakin sensitif pointer mouse tersebut. Penggunanya kemudian dapat merasakan pointer mouse menjadi lebih akurat dan presisi saat menggunakannya. Secara umum mouse laser dikenal memiliki DPI yang tinggi dibandingkan dengan mouse optik. Sebuah mouse optik biasanya hanya mimiliki DPI paling tinggi hingga 800 sedangkan mouse laser memiliki DPI antara 2000 dan 3400. Untuk mouse laser tertentu memiliki DPI yang bervariasi dan dapat diatur sesuai keinginan penggunanya.

4. Permukaan
Mouse sudah dikenal untuk bekerja pada permukaan yang lunak atau bisa disebut mousepad dan kebanyakan dari mouse otpik memerluka mousepad agar dapat berfungsi. Mouse tersebut tidak berfugnsi secara optimal jika digunakan pada permukaan yang bersinar atau yang dapat memantulkan cahaya. Namun, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi mouse laser, karena dapat digunakan pada permuakaan yang keras sekalipun seperti meja atau lunak seperti di atas kasur.


Perbedaan Mouse Optik & Laser

Permukaan Optical Mouse dan Laser Mouse

5. Konsumsi Baterai
Saat pengguna menggunakan mouse wireless, mouse optik tidak terlalu baik dalam tingkat konsumsi baterai, karena memakan tenaga yang lebih banyak sehingga menjadi lebih boros. Beda halnya dengan mouse laser. Mouse laser memiliki tingkat konsumsi baterai yang baik, dan dapat bertahan hingga 8 bulan untuk baterai jenis Li-ion. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan baterai yang dapat di cas ulang pada mouse wireless agar ekonomis dan  tidak terlali sering mengganti baterai.

6. Pengalaman Pengguna
Mouse optik terbukti bahwa memiliki pengembagnan lebih banyakk daripada mouse mekanik sebelumnya. Namun tidak dapat disangkal bahwa mouse laser sudah menjadi yang terbaik bagi penggunanya. Untuk layar komputer 17" dan lebih besar, diharapkan pengguna memiliki mouse yang memiliki DPI tinggi, di sinilah mouse laser selalu lebih disukai daripada mouse optik biasa. Juga, mouse laser sangat populer bagi kalangan gamers karena memiliki tingkat akurasi tinggi dan fitur ekstra tombol yang dapat dikonfigurasi.

7. Harga
Dari kedua jenis mouse tersebut tersedia mulai dari harga yang ekonomis hingga harga yang relatif tinggi bila didesain untuk gaming. terlepas dari teknologi sensor laser, mouse laser biasanya memiliki bentuk body yang lebih baik dimana juga dapat dilapisi teflon dan lapisan lain untuk pemakain dalam waktu lama.

Dengan pembahasan di atas semoga kamu menhjadi lebih paham apa saja perbedaaan antara optical mouse dan laser mouse. Keep in touch selalu dengan blog ini, karena saya akan terus memberikan informasi buat kamu para gamers :)

[INFO] Teknik Memegang Mouse

Pernahkan kamu merasakan ketika diberi referensi teman kamu membeli mouse dan ternyata setelah kamu pakai tidak nyaman sama sekali? Kemungkinan mouse yang kamu beli rusak dan segeralah retur atau mungkin mouse kamu downgrade dari steelseries sensei ke merk buffalo. Tidak usah khawatir dulu, kemungkinan besar karena teknik kamu dalam memegang mouse yang belum cocok. Untuk itu simak informasi berikut supaya tau teknik memegang mouse yang paling nyaman dan cocok untuk kamu.

Secara umum, ada 3 grip dalam memegang mouse, yaitu :

teknik memegang mouse - 3 grip mouse

teknik memegang mouse - 3 grip mouse



1. Palm Grip
Tipe grip ini yaitu seluruh telapak tangan menempel ke permukaan mouse dan menggerakkannya dengan cara menggeser mouse maju mundur memakai sebagian besar lengan. Tipe grip ini biasanya senang memilih mouse tipe ergonomis (ergonomic mouse design) karena lekukan mouse nyaman ketika dipeluk telapak tangan.

Palm grip ini paling banyak digemari dan tidak mudah membuat lelah untuk bermain dalam jangka waktu yang lama. Keunggulannya jelas ditujukan untuk soal kecepatan dan biasanya membutuhkan permukaan mousepad yang besar.

Best Recommended Mouse : Razer Deathadder 2013, Logitech G502, Logitech G400s


2. Claw Grip
Intinya sama dengan palm grip, hanya modifikasi dari palmgrip pada jari seperti cakar burung. Claw grip ini mempunyai presisi yang lebih tinggi dari palm grip. Biasanya user agak kesusahan untuk menyesuaikan, karena kebanyakan mouse ergonomic kurang pas dipakai claw grip. Juga kelemahannya tangan mudah lelah.

Best Recommended Mouse : Steelseries Sensei, Razer Abyssus, CM Storm Spawn, Zowie AM FK

3. Fingertips Grip
Memegang mouse hanya dengan empat jari, penggunaan fingertips ini sangat agresif, cepat dan presisi. Tidak terlalu membutuhkan ruang banyak karena pergerakan mouse hanya memakai pergelangan tangan dan sebagian besar aktifitasnya dihabiskan untuk mengangkat mouse.

Semboyannya easy to learn hard to master, tipe fingertips ini sangat tidak cocok menggunakan mouse ergonomic design seperti deathadder contohnya. Juga membutuhkan mouse dengan lift distance paling pendek karena sering mengangkat mouse. Grip ini juga mudah membuat tangan lelah.

Best Recommended Mouse : Madcatz R.A.T 7, CM Storm Recon, Steelseries Kinzu, Logitech G100s


Sekian dulu untuk Tips memegang mouse. Semoga setelah membaca artikel ini kamu jadi tahu mana grip terbaik untuk mouse mu :)